Don't care what is written in your history

Slider Recent

Responsive Ads Here
Showing posts with label animator. Show all posts
Showing posts with label animator. Show all posts

Saturday, September 13, 2014

Proses Pembuatan animasi Shaun the sheep

Proses Pembuatan Animasi Stop Motion 3 Dimensi Shaun The Sheep. Dalam dunia animasi dikenal banyak teknik untuk membuatnya. Salah satunya adalah Teknik Animasi Stop Motion menggunakan Clay (Semacam Lempung) atau tanah liat. Teknik ini sebenarnya merupakan teknik animasi klasik atau primitif namun apabila dikerjakan secara profesional dengan ide-ide cerita menarik dan penyajian bagus ternyata dapat menghasilkan karya animasi yang luar biasa.


Salah satu contoh karya animasi stop motion menggunakan bahan clay yang spektakuler adalah Shaun The Sheep. Banyak yang menyukai animasi ini mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Ide cerita yang menarik serta karakter-karakter tokoh yang lucu sepertinya selalu membuat pemirsa merasa terhibur dan tertawa. Di sini saya tidak akan membahas tentang ide cerita dari Film Animasi 3 Dimensi Shaun The Sheep tetapi saya akan mencoba mengajak Anda untuk sedikit mengetahui bagaimana sulit dan rumitnya proses pembuatan animasi Stop Motion 3D Shaun The Sheep tersebut. Berikut photo-photo tahap pembuatan animasi shaun the sheep :

1. Pembuatan Storyboard dan Story Line






Setelah ide cerita ditentukan dan naskah dibuat oleh scriptwriter maka selanjutnya adalah tugas Storyboard Maker untuk membuat Storyboard dan Story Line. Semua storyboard dan story line digambar dan dibuat secara manual menggunakan tangan. Pada tahap ini dibuat keyframe untuk setiap scene dan ditentukan durasi setiap gerakan karakter untuk menentukan berapa jumlah frame yang harus dibuat nantinya. Pembuatan keyframe untuk In Between juga sudah termasuk di dalamnya.

2. Persiapan Media dan Space



Rumput tiruan dilekatkan pada plat baja dan semua property termasuk rumah-rumahan, pohon-pohonan, meja, rerimbunan tanaman, dll dipasang magnet pada bagian dasarnya sehingga bisa melekat kuat pada rumput supaya posisi tetap terjaga. Latar belakang berupa layar dengan gambar sesuai dengan situasi scene dan didukung tata cahaya sedemikian rupa. Perlengkapan perbengkelan sepertinya sudah menjadi keharusan pada tahap ini.

3. Pembuatan Property dan Kostum



Semuanya dibuat manual menggunakan tangan oleh seorang Property Maker untuk menghasilkan bentuk yang seperti seharusnya. Inilah komentar dari Property Maker Helen Javes : “Semuanya dibuat manual, sehingga sangat rumit. “Bahkan kaki meja dibuat manual untuk mendapatkan bentuk yang tepat.” Pekerjaan Property maker bukan tanpa risiko. Jari teriris pisau tajam, dan terbakar akibat panas dari lem adalah resiko pekerjaan sehari-hari.

4. Pembuatan Model dan Tokoh



Kalau model cikal-bakal animasi stop motion (primitif) dibuat menggunakan lempung (tanah liat), maka disini Model dibuat menggunakan bahan semacam plasticine atau silikon yang beberapa didalamnya telah dipasang kawat. Sebenarnya untuk bahan bisa digunakan apa saja yang penting mudah dibentuk dan tidak mudah patah saat dilakukan perubahan-perubahan gerakan (stop motion). Setiap bagian anggota tubuh dapat dilepas dan dipasang dan setiap tokoh bisa memiliki beberapa buah untuk bagian tubuh yang sama (mata, kepala, kaki, telinga, rambut, bibir/mulut, dll) untuk memudahkan perubahan ekspresi karakter.

5. Pengaturan Ekspresi



Ekspresi Wajah merupakan bagian yang penting untuk menggambarkan kondisi hati tokoh/karakter dalam hal ini Domba-domba kelompok dari shaun the sheep dan tokoh pendukung lainnya. Selain itu dengan adanya perubahan ekspresi diharapkan karakter akan terkesan lebih hidup. Perubahan Ekspresi dilakukan dengan mengubah bentuk kelopak mata, posisi titik hitam pada mata, bentuk mulut, tampilan gigi, telinga, rambut, dll. Sepertinya pada tahap inilah dibutuhkan ketelitian dan kesabaran paling ekstra karena kesalahan akan dapat mempengaruhi konsistensi karakter.

6. Suku Cadang dan Penyimpanan







Kalau dilihat sekilas seperti kotak penyimpanan mainan anak-anak.

7. Pengaturan Posisi Karakter/Obyek (Stop Motion)









Animasi Stop Motion dibuat dengan menggerakkan karakter/obyek sedikit demi sedikit dan dilakukan pengambilan gambar pada setiap perubahan karakter/obyek tersebut. Sepertinya pada tahap ini harus sangat teliti dan sabar karena berpengaruh langsung pada hasil produksi animasi. Untuk mendapatkan hasil gerakan yang halus, pada proses pembuatan Animasi Stop Motion 3D Shaun The Sheep setiap perubahan gerak karakter/obyek digunakan 25 kali perubahan gerakan/posisi setiap detik atau 25 fps (frame per second). Hal itu sesuai dengan standar mata manusia yang akan menangkap kontinyu gerakan obyek yang bergerak pada kecepatan frame tersebut.

Download Free Software Animasi Stop Motion Take5

Dengan demikian pada film animasi stop motion 3 dimensi Shaun The Sheep untuk durasi 1 detik rekaman memiliki jumlah frame sebanyak 25 (25 frame per second). Dalam sehari mereka rata-rata dapat menyelesaikan 7 detik durasi rekaman (175 frame) dan menghabiskan waktu 1 minggu tahap “penyelesaian” (post-production) untuk 7 menit rekaman.

Friday, September 12, 2014

Bagaimana Cara Membuat Animasi Stopmotion


Langkah dan Cara Pembuatan Animasi Stop Motion. Adalah salah satu konsep teknik dan visual dari motion grafis dan animasi, yaitu pembuatan sebuah animasi dengan menggunakan kamera foto dan mengcapture object frame by frame sehingga timbul sebuah pergerakan dari in between foto-foto tersebut. Ini merupakan teknik animasi sederhana tanpa harus banyak belajar software khusus untuk animasi komputer. Walaupun teknik ini terkesan sangat konvensional dan murahan, tetapi sebenarnya semuanya tergantung bagaimana kita mengerjakan project tersebut sesuai konsep cerita dan daya kreasi kita.
Stop Motion Animation
Stopmotion


Berikut beberapa peralatan dan tips sederhana langkah dan cara pembuatan animasi stop motion :

1. Kamera Foto (digital pocket kamera atau SLR kamera)

SLR kamera mungkin akan lebih baik karena kita akan bisa mengatur depth of fill. Tetapi dengan pocket kamera juga sebenarnya sudah cukup baik dan sebuah komputer. Ada cukup banyak software khusus animasi stop motion yang dapat digunakan, namun kita dapat juga menggunakan software-software sederhana seperti  iMovie (Machintos) atau Windows Movie Maker (Windows). Untuk effect dapat digunakan software Adobe After Effect.

2. Siapkan Object

Persiapkan object yang akan kita gunakan sebagai aktor/aktris dalam stop motion tersebut. Kita dapat menggunakan clay atau tanah liat, action figure, lego, origami, manusia, atau apapun itu sesuai dengan kreasi kita. Mungkin akan lebih baik apabila digunakan object yang bersifat fleksibel atau elastis sehingga mudah untuk membuat suatu pergerakan atau gerakan.

3. Buatlah Cerita

Buat cerita yang menarik pada karya stop motion Anda. Buatlah story board, story line dengan detail penjelasan scene direction dan shootnya, sehingga saat proses produksi kita mempunyai acuan yang jelas mudah dalam pelaksanaan.

4. Pikirkan Detail Pergerakan

Misalnya saat kita menggunakan effect jatuh atau effect terbang. Kita harus mencatat adegan-adegan yang mungkin berisi special effect khusus sehingga tidak ada yang terlewatkan sama sekali scene dan shootnya dan bisa sekali jalan dalam pelaksanaannya.

5. Mengatur dan Menandai

Atur dan tandai angka-angka posisi (contoh lego) object sebagai keyframe nantinya. Jika kita menggunakan clay atau action figure kita dapat memberi tanda di set kita pada awal dan akhir dari sebuah pergerakan object. Pastikan semuanya sudah diatur dengan view kamera, pastikan object sesuai penempatannya di frame kamera.

6. Siapkan Kamera pada Posisi yang sudah ditentukan

Gunakan tirpod atau monopod karena ini penting sehingga gambar nantinya tidak akan goyang dan tidak terlalu bergetar saat di reel. Dapat juga digunakan sandaran atau dudukan yang cukup kuat sedemikian rupa sehingga kamera berada pada posisi diam dan tidak terjadi goncangan atau goyang atau bergeser saat dilakukan capture gambar.

7. Mengatur Pencahayaan

Ini merupakan hal sangat penting dalam proses pembuatan animasi stop motion. Dalam hal ini dapat digunakan lampu kamar sebagai sumber cahaya utama dan lampu belajar sebagai cahaya tambahan. Intensitas cahaya harus sedemikian rupa sehingga tidak ada kedipan-kedipan cahaya yang dapat mengganggu cahaya utama atau tambahan. Kedipan-kedipan cahaya biasanya disebabkan oleh cahaya pintu, jendela, kelambu, tirai, atau yang lainnya.

8. Mulai dengan Mengambil Gambar Pertama

Perhatikan saat setelah pengambilan gambar pertama apakah ada yang kurang ?… misalnya pencahayaan atau setting posisi object… segera perbaiki dan ketika gambar pertama sudah bagus, dapat dilanjutkan dengan pengambilan gambar berikutnya dengan merubah posisi object sesuai yang telah direncanakan. Lakukan sampai scene selesai. Lakukan pengujian pada setiap scene gambar yang telah diambil dan lakukan penyimpanan pada komputer dengan nama folder sesuai scene atau shoot untuk memudahkan proses editing.

9. Editing dan Penggabungan

Setelah langkah no.8 selesai untuk semua scene, selanjutnya masuk proses editing atau penggabungan semua foto2 menjadi sebuah animasi stop motion. Software sederhana yang dapat digunakan adalah iMovie, Windows Movie Maker, atau yang lainnya yang kita kuasai.

10. Penambahan Effect

Penambahan effect, transisi, dan audio dubbing dapat dilakukan untuk menambah kesan lebih hidup pada animasi stop motion.

11. Export/Render Video

Proses terakhir adalah Eksport atau Render video animasi stop motion yang telah kita buat.

source : http://oprekzone.com/langkah-pembuatan-animasi-stop-motion/

Saturday, July 5, 2014

Daftar Isi

Friday, July 4, 2014

Apa itu StoryBoard

STORYBOARD

Storyboard
Storyboard

Apa yang dimaksud dengan Story board?
Storyboard Adalah kolom teks, audio dan visualisasi dengan keterangan mengenai content dan
visualisasi yang digunakan untuk produksi sebuah course. Derajat storyboard bisa berbeda karena ada berbagai tahap yang harus di lalui sesuai tujuan pembuatan story board tersebut.

Storyboard merupakan konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk dan gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya. Storyboard juga tidak terbatas hanya pada pembuatan iklan saja karena produksi game, cd multimedia dan elearningpun menggunakan story board.

Apa yang harus diperhatikan pada penulisan storyboard?
Prinsip penulisan storyboard
Pesan visual harus kreatif (asli, luwes dan lancar), komunikatif, efisien dan efektif, sekaligus indah/ estetis

Konsep, Strategi dan Proses Perancangan Grafis

KONSEP 5 W + 1 H =‘What, Why, Who, Which, Where, How.’

1. Materi pembelajaran dan pesan apa yang akan disampaikan
2. Apa saja jenis dan cakupan materi pembelajaran
3. Apa keunggulannya dan bagaimana konsep membawakannya
4. Kepada siapa materi tersebut diperuntukkan.
5. Bagaimana cara pendekatan dengan audience
6. Apa peluang dan target dari pembelajaran tersebut
7. Apa yang diperlukan untuk menggali potensi audience
8. Kebiasaan, pola dan cara masyarakat dalam belajar
9. Pendekatan komunikasi dan kreatif apa yang tepat untuk itu

STRATEGI
Strategi diperlukan dalam upaya proses menyampaikan pesan secara efektif dan efisien.
Cara yang biasa dipergunakan yaitu :
1. Merancang Strategi Komunikasi
2. Menyusun Strategi Kreatif

PROSES PERANCANGAN
Proses perancangan selalu dimulai dengan penelitian yaitu:

1. Scanning, data collecting/pengumpulan data, sebagai bahan dasar untuk dianalisa. Data berupa data tertulis (verbal), dan data gambar (visual), atau data lainnya seperti suara (audio), data teraba (bentuk 3 dimensi) dan aroma atau rasa (kecap).
2. Formulasi, data dasar dianalisa untuk proses pemilahan, pengelompokkan (klasifikasi), lalu dirumuskan.

Hasil rumusan tersebut merupakan bahan penyusunan :
• Konsep Umum, lebih ditekankan pada konsep komunikasinya
• Konsep Kreatif, lebih ditekankan pada konsep kreatifnya.

3. Implementasi Adalah perwujudan visual (visualisasi) kreatif ke dalam media yang telah dipilih berdasar pada kesesuaian dengan visi, misi, maksud,tujuan, sasaran pesan agar efisien, efektif, komunikatif serta keindahannya. Pada proses implementasi ini diperlukan strategi serta pemikiran proses produksi media dan penerapan pada media serta penyebarannya, serta pemasangan di lokasi yang tepat (strategis).
4. Biasanya dilakukan pretest (uji coba sebelum storyboard yang Anda tulis dituangkan dalam bentuk visual dan audio.

Template Storyboard
Template Storyboard

Konsep desain storyboard yang baik adalah:
Konsep yang mampu memberikan jawaban/jalan keluar terhadap problem-problem yang ada sesuai dengan kebutuhan SME/audience. Ini menggunakan riset, eksperimentasi, kritik, dan analisa. Dari segi pendekatan visual maupun copywriting mampu menarik khalayak untuk melihat, mengerti dan kemudian mengambil tindakan yang diharapkan sebenar-benarnya.

Storyboard yang baik harus bisa menjawab pertanyaan

1.Apa yang sebenarnya ingin dicapai?
2.Berapa lama tujuan tersebut akan dapat dicapai?
3.Apa strategi yang paling cocok untuk mencapai tujuan tersebut ?

Yang harus diperhatikan setiap kali menyerahkan storyboard pada setiap tahap

1. Apakah struktur content sudah sesuai dengan ekspektasi SME
2. Apakah content setiap page sudah merepresentasikan tujuan pembelajaran dari SME
3. Apakah kolom content sudah typo error free dan gramatical error free
4. Content mudah dipahami dan dipelajari
5. Ide visualisasi sudah merepresentasikan pesan yang ingin disampaikan
6. Kesesuaian kolom content, audio dan visual
7. Apakah semua modul dalam satu course sudah konsisten sesuai standard yang disepakati, seperti jumlah page, feedbacknya, assesment
8. Setiap perubahan harus dicatat dan disimpan dengan penamaan file berdasarkan tanggal agar control version bisa diketahui.

Masalah yang sering muncul saat bekerja dengan GD

1. Bekerjalah dengan graphic GD anda secara hati-hati. Lihatlah karya-karya mereka sebelumnya. GD terbaik tidak memiliki "style yang terlihat". Karya mereka akan terlihat berbeda.

2. Tinggalkan praduga yang belum tentu benar di pintu depan. Terkadang klien/audience anda meminta sebuah course yang seperti milik orang lain tetapi dalam warna yang berbeda. Anda harus terbukalah terhadap ide yang baru dan diluar dugaan. Jangan takut pada sesuatu yang berbeda. Biarkanlah ide-ide baru mengalir.

3. Katakan pada GD apa yang ingin anda capai, bukannya bagaimana anda menginginkan sesuatu terlihat. Jangan meminta sebuah warna, bentuk, atau style. Mintalah arti atau emosi.

4. Pastikan tentang fitur spesifik yang anda butuhkan, misalnya untuk materi yang membutuhkan gambar formulir, bagan, skema untuk pendukung visualisasi. Anda ingin GD anda untuk membuat sebuah spesifikasi desain yang anda inginkan. Jika anda mencoba untuk menambahkan fitur selama perjalanan, desainnya tidak akan cocok.
5. Kerjakan riset anda dan jelaskan secara spesifik tentang kebutuhan anda. Semakin detil dan spesifik saat permulaan, semakin baik daya kerja GD untuk membuatkan visualisasi untuk kebutuhan anda. Jika anda menambahkan kebutuhan anda di kemudian hari, sang GD kemungkinan hanya bisa untuk menyelipkannya, dimana ini tidak akan memberikan anda hasil yang terbaik.

6. Pastikan pesan dan isi anda telah jelas. Semakin siap isi yang ingin anda masukkan, semakin baik GD dapat membuat storyboard anda. Seorang GD yang bagus dapat membuat usulan untuk memperjelas isi content anda agar pesan yang ingin anda sampaikan dapat dipahami lebih cepat dan lebih jelas. Tetapi semakin banyak isi content yang telah siap, semakin banyak yang bisa dikerjakan oleh GD.

7. Desainlah untuk SME anda dan audiencenya, bukan untuk anda sendiri, teman anda, atau kolega anda. Jelaskan secara spesifik sehingga GD anda tahu bagaimana pelanggan anda dan apa yang mereka inginkan. Adalah lebih penting jika mereka menyukai course anda daripada anda sendiri. Selalu ingatlah "Apa yang diinginkan mereka". Jika desainnya meyenangkan hati audience anda, mereka akan meyenangkan anda. Jika anda bertahan pada desain yang hanya menyenangkan hati
anda, maka audience pun mungkin tidak akan tertarik untuk belajar.

8. Milikilah alasan yang baik untuk pilihan anda. Anda dapat menunjukkan pada GD contoh course yang menarik hati anda, tetapi galilah lebih dalam dan jelaskanlah mengapa course tersebut menarik hati anda. Berpikirlah dalam konteks perasaan. Desain membuat anda merasakan senang, jadi beritahu GD anda bagaimana desain tersebut mewakili perasaan audience anda. Daripada berkata "Saya suka warna kuning", galilah ke akarnya dan berkata "Saya ingin course yang terasa hangat" atau "Saya ingin sesuatu yang riang dan bersahabat." Berfokus pada kesan logis dan emosional anda akan memberikan GD hal yang lebih banyak untuk dikerjakan. Kenapa ? Karena audience anda mungkin tidak "suka" hal yang sama dengan anda, tetapi GD yang baik dapat menterjemahkan kesan yang ada ingin didapatkan audience anda.

9. Jangan mendesain dengan komite. Tidak ada desain yang bagus yang pernah tercipta dari kesepakatan bersama. Semakin banyak orang yang memiliki suara dalam proses, semakin bias desain yang dihasilkan. Teman-teman dan rekan-rekan kerja anda akan sering memberikan nasehat yang bertentangan dan orang seringkali memiliki motif tertentu saat memberikan komentar (mereka mungkin iri atau terintimidasi jika anda mendapatkan sesuatu yang terlalu bagus, atau mereka mungkin hanya tidak peduli). Anda dapat menunjukkannya pada beberapa orang yang terpercayadan mendapatkan komentar mereka, tetapi hanya boleh satu orang yang mengambil keputusan. Jangan terombang-ambing dan mencoba untuk mengubah arah saat-saat terakhir dalam proses.

10. Jangan memberitahu GD bagaimana caranya mendesain. Itu bukan keahlian anda. Berikan GD kebutuhan dan catatan anda, tapi juga beri mereka kebebasan untuk menciptakan sesuatu yang menjawab semua itu seefektif mungkin. Jika anda terlalu mengatur GD, mereka tidak akan termotivasi untuk melakukan apapun kecuali menguangkan cek anda.

11. Percayai GD anda. Maka ketika mereka mulai menunjukkan desainnya, berikan komentar yang spesifik. Jangan hanya berkata, "Saya tidak suka warna coklat." Itu tidak menunjukkan nilai yang sebenarnya. Jika anda berkata "Saya khawatir warnanya terlihat muram dan kita butuh sesuatu yang menunjukkan pertumbuhan," maka anda memberikan sesuatu yang berguna kepada GD, karena anda berbicara tentang isinya dan bukan menyuruh mereka bagaimana mendesain sesuatu.

12. Anda tidak dapat menyenangkan semua orang setiap waktu. Bill Cosby pernah berkata "Satu-satunya jalan yang pasti untuk gagal adalah mencoba untuk menyenangkan hati semuaorang." Jika semua berpikir situs anda "OK", maka kemungkinan situs anda terlalu membosankna untuk mendapatkan reaksi dari seseorang. Jika Anda mendesain sebuah situs TANPA kepribadian, tidak ada orang yang membencinya atau menyukainya.

source : https://docs.google.com/document/d/1s60IjDOn-I0ccu4tiAQQkN1RrTNQDDxum-MWmhIWU20/edit#


Monday, June 30, 2014

Berapa Lama Waktu Produksi Film Animasi 3d

Yo, Mungkin ada sebagian kalian yang beranggapan bahwa membuat sebuah animasi itu sesuatu hal yang gampang, spele dan sebentar, atau bertanya-tanya Berapa lama sih pembuatan sebuah film animasi 3d. Nah untuk itu saya akan share tentang produksi sebuah film animasi agar bero bero sekalian gk gampang ngomong "ah Animasi loe cuman sepanjang itu"/"Bikin Animasi itu kan gampang dan bentar", Iya gampang yang udah "Master" atau yang punya banyak "Tim"
The animator
Animator


Kemaren saya mendapat project terimakasi bikin Video Opening "Kontes Robot Regional 1 Sumbar" denga panjang video 100 detik 3d (dengan Blender), 60 detik animasi text (dengan after effect). total 2 menit 40 detik, dan untuk lama pembuatannya sekitar 1 Bulan'n, dalam 1 bulan itu bukan berarti saya membuatnya main-main 1 atau 2 jam, Bukan! 9-10 Jam dalam 1 Hari saya habiskan untuk membuat animasi yang sependek itu, walaupun untuk ukuran pemula, paling gk jangan anggap remeh sebuah animasi, "klw gampang, Bikin ! klw gk bisa Diam!"

Dari pada dengerin curhatan saya, mendingan langsung aja ke topik permasalahan

Tahapan Proses Produksi Film 3D Animasi untuk layar lebar :


Pipeline
Pipeline


- Skenario & Storyboard lama pengerjaan 1 Tahun karena pada tataran level produksi ini harus matang sekali dari segi ide cerita yang dirubah menjadi sebuah skenario lalu di visualisasikan kedalam gambar dalam storyboard yang sudah memiliki tingkat kedetailan visualisasi hingga ke angle camera untuk membantu Cinematography film.


- Setelah Skenario & Storyboard selesai maka masuk ke tahap Visual Development yang mendesign warna & tampilan dari Film 3D Animasi ini dalam tiap adegannya berfungsi untuk membantu team pencahyaan nantinya ketika masuk ke Stage Process Lighting , proses visual Development ini berlangsung 4-6 Bulan.

- Casting & Take Audio berjalan bersamaan dengan Visual Developmnet didepartement masing-masing, setiap aktor direkam suaranya untuk mendapat character suara yang pas Proses casting audio berlangsung 2-3 bulan.

- Setelah itu masuk ke proses 3D Modeling yang membuat model character 3D Animasi, baju, sepatu, paku, atap, rumah dan lain lain. tugas 3D Modeling adalah menyiapkan Aktor / Aktris, Lokasi, Property digital untuk keperluan shooting bayangkan betapa banyak yang harus dibuat oleh 3D Modeler departement, mereka harus membuat modeling sampai ke rambut dan kuku dari setiap aktor dalam film 3D Animasi proses nya memakan waktu 4 Bulan dan dibuat oleh puluhan 3D Modeler.

- Setelah semua proses Modeling selesai masuk ke tahap 3D Riging, setiap 3D Modeling yang dibuat masih kaku layaknya patung, mereka harus diberi tulang agar bisa bergerak, maka tugas memberikan tulang dan persendian ini diserahkan kepada 3D Rigger prosesnya memakan waktu 4 Bulan dan dikerjakan oleh puluhan 3D Rigger.

- Setelah Modeling selesai di Rig ( diberikan tulang dan sendi ) maka masuklah ke tahap Layout yang mana fungsinya untuk mengatur angle kamera 3D agar mendapat cinematography yang bagus setiap adegan film 3D Animasi wajib diatur sedemikian rupa cinematography nya agar film di layar bioskop menghasilkan sudut pandang camera yang bagus dan bisa mendukung suatu adegan dan menambah kesan tersendiri kepada penonton , Layout memiliki 2 tugas Rough Layout dan Final Layout proses memakan waktu 4 Bulan

- 2 Bulan tahap layout masih berjalan masuklah ketahap 3D Animating yang fungsinya menggerakkan Character 3D, seorang 3D Animator harus bisa berakting, tetapi perkembangan sekarang 3D Animating telah didukung dengan alat Motion Capture dan Facial Motion Capture yang berfungsi mempercepat proses produksi 3D Animating, Basic Function dari Motion Capture dan Facial Motion Capture adalah menangkap gerakan tubuh dan wajah dari aktor lalu dirubah menjadi data digital yang kemudian diaplikasikan ke setiap character 3D bahasa mudahnya Motion capture fungsinya mengcopy gerakan dari aktor manusia untuk character 3d agar bergerak sama persis dan natural prosesnya memakan waktu 4 - 6 bulan

- Proses 3D Animating masih berjalan proses Texturing sudah mulai bekerja, pada saat Character 3D selesai dimodeling hasil outputnya masih berwarna abu-abu belum ada texture sama sekali, kini dibuatlah texturenya apakah texture nya memerlukan efek basah kena air, atau hangus kena api dan lain sebagainya. proses 4 bulan

- 2 bulan teaxture masih berjalan produksi mulai masuk ke departement Visual Effect yang memberikan dan menambahkan adegan ledakan, tanah retak, hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan visual Effect proses pembuatan 6 Bulan

- 2 Bulan proses visual Effect masih berjalan proses produksi masuk ke tahap Lighting, Lighting atau pencahayaan sangat penting dalam proses produksi Film 3D Animasi, karena Film 3D Animasi membutuhkan pencahayaan yang indah untuk menghasilkan gambar film yang indah proses produksi 4-6 bulan.

- Selesai tahap Lighting masuklah ke Sound design yang memberikan warna suara seperti orang berjalan, suara kain, suara kayu dan lain lain proses produksi 4 bulan.

- Selesai Soundesign masuk ke Music scoring orkestra yang memberika music dalam setiap adegan menambahkan kesan tersendiri bagi penonton nantinya.
proses produksi 4 bulan

- lalu masuk ke Final mix audio proses produksi 3 bulan

- dan final produksi Color correction, editing proses produksi 4- 6 bulan

Semua yang diatas adalah proses produksi, masih ada Proses Marketing campaign yang biasanya dimulai setelah proses produksi berjalan 80 - 90 % rampung.

source : http://forum.viva.co.id/film/1559236-proses-pembuatan-film-3d-animasi-yang-benar.html


nah itu untuk film animasi 3d,  lama pembuatan sebuah film animasi 3d berbeda beda tergantung dengan  budget, tim, studio dll, Cukup sekian tentang "Berapa Lama Waktu Produksi Film Animasi 3d"


Tuesday, June 24, 2014

Jenis-Jenis Animasi

Morning Mahasiswa,
Pagi ini (karna saya menulis ini di pagi hari) saya akan berbagi kepada halayak ramai tentang jenis jenis animasi, bagi yang belum melihat postingan saya " Sejarah Animasi " liat dulu deh biar makin mantep

Diawal tahun 20-an popularitas kartun animasi berangsur menurun dan para seineas mulai cenderung mencari alternatif lain sebagai media penghibur masyarakat mulai jenuh dengan konsep animasi yang pada saat itu tidak memikirkan story line dan pengembangan si tokoh karakter perubahaan besar mulai pada pertengahan tahun 20-an setelah beberapa perusahaan animasi pengembang konsep komersialisasi dimana studio-studio besar mengambil alih studio lokal dan menentukan standar animasi sampai saat ini animasi dibagi menjadi 4 kategori besar yaitu:


1.Animasi stop motion 


   animasi stop motion atau sebut pula clay animation karna dalam perkembangannya jenis animasi sering mengaunakan clay(tanah liat) sebagai objek teknik stop motion di temukan pertama kali oleh Stuart blanton pada tahun 1906, untuk pembuatan dari Animasi Stopmotion click here " Cara Membuat Animasi Stopmotion "
contoh film dari Animasi Stop Motion "Shound the sheep:


Proses pembuatan shaun the sheep


boneka shaun the sheep

 2.Animasi tradisional 

    tradisional animsi adalah teknik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini dinamakan tradisional karena teknik yang dingunakan adalah teknik awal pembuatan animasi tradisional animasi juga sering di sebut  cel animation teknik pekerjaannya mengunakan teknik cel luloid tranparent yang sekilas mirip sekali dengan tranparansi OHP yang sering kita gunakan untuk proses pembuatan Animasi tradisional click here "Cara Membuat Animasi Tradisional"
contoh dari animasi tradisional antara lain:
Animator Tradisional
Animasi Tradisional



3.Animasi 3D


sesuai dengan namanya animasi ini secara keseluruhan dikerjakan dengan komputer melalui camera movement keseluruhan objek bisa diperlihatkan secara 3D sebagai contoh adalah film final fantasy pada film ini karakter mempunyai tampilan yang bengitu real dan terlihat gerakan yang diperlihatkan hampir menyerupai manusia


4.Animasi kombinasi


animasi kombinasi adalah gabungan dari 2 teknik animasi yang berbeda dalam animasi kombinasi di bagi menjadi 3 antara lain:

1.komninasi animasi 2D & 3D yaitu pengabungan teknik animasi 2D dengan 3D sebagai contoh adalah film the road to eldorado,titan A.E




2.2D & live shot yaitu penggabungan teknik animasi 2D dengan live shot(syuting adengan)sebagai contoh film space jam 



3.3D & live shot yaitu pengabungan animasi 3D dan live shot, untuk di era sekarang ini  penggabungan antara animasi 3D dan live shot bukan hal yang jarang lagi, mugkin hampir disetiap Film Hollywood menggunakan teknik ini, entah itu untuk rumah, pohon, dll contoh nya Pasific Rim

, Iron Man dan banyak lagi






Okay, i think enough for today, Jangan lupa komentar dan tanya bila ada hal yang akan ditanya dibawah ini


source bahrisaiful16.blogspot.com

Thursday, May 29, 2014

12 Prinsip Dasar Animasi

Baiklah, kali ini saya akan sedikit mengulas tentang 12 Prinsip Dasar Animasi, Kenapa Anda harus mengetahui ini ? karna . . .
12 Prinsip Animasi


Menjadi seorang Animator tidak hanya sekedar membuat gambar bergerak saja, lebih dari itu, setiap gerakan animasi harus dibuat tampak 9nyata. Oleh sebab itu syarat untuk menjadi seorang animator diantaranya dengan menguasai 12 prinsip dasar animasi yaitu :

1. Straight ahead action and pose to pose

Ada dua teknik dalam pembuatan animasi, yaitu Straight ahead action dan pose to pose.
Mungkin anda pernah membuat aniamsi sederhana di sudut buku yang tebal dari mulai halaman awal dan seterusnya sampai halaman akhir sehingga aniamsi sederhana tersebut bisa disaksikan dengan mem-Flip book-nya. Begitulah cara kerja Straight ahead.

Straight ahead adalah teknik membuat animasi secara alngsung mulai dari awal sampai gerakan selesai. Teknik ini dianggap mampu memberikan spontanitas yang ekpresif.
Namun jeleknya tidak bisa mengontrol jumlah frame yang diperlukan untuk membuat sebuah adegan, dan sulit menjaga kontiyuitas gambar.
Pose to pose atau bisa disebut dengan teknik keyframe adalah teknik membuat animasi yang lazim digunakan para animator yang bekerja secara team. Teknik ini akan mempermudah dalam perencanaan gerakan karena sebelumnya dibuat pose atau keyframe terlebih dahulu sebelum dibuat gambar inbetweeennya.
Namun teknik yang paling efektif untuk membuat animasi menurut Richard Williams adalah penggabungan dari kedua metode tersebut .

2. Timing
Seorang aniamtor harus membuat perkiraan waktu dari sebuah adegan/gerakan yang dibuatnya mampu memberikan kesan yang nyata.
Ketepatan membuat pengaturan waktu akan memberikan kesan yang tepat pada karakter sebuah benda atau orang, atau bahkan mampu memberikan informasi emosi karakter.
  
3. Secondary Action
Gerakan kedua adalah gerakan yang diberikan untuk memberikan kesan natural pada sebauh gerak benda/karakter. Misalnya aniamsi orang berjalan akan lebih baik jika diberi gerakan tangan berayaun, baju bergerak, rambut yang naik turun dst.

4. Anticipation
“gerakan sebelum gerakan utama”
Jika gerakan utamanya melompat, maka sebelum melompat ada gerakan pendahulunya, yaitu menunduk. Gerakan antisipasi ini berlaku untuk semua adegan.

5. Follow through and overlapping action
“gerakan setelah gerakan”
adalah gerakan yang terjadi setelah adanya sebuah aksi. Proses berhenti pada sebauh karakter tidak lantas menghentikan semua anggota objek.
Misalnya gerakan yang terjadi setelah karakter melompat, maka akan ada gerakan sisa dari daya dorong tubuh.

5. Arcs
Gerak lengkung adalah gerakan alami pada semua objek yang ada di bumi ini. Setiap kita bergerak pada dasarnya adalah gerakan lengkung. Hal ini akan memberikan kesan dinamis pada gerakan.

6. Squash and Stratch
Elastisitas adalah prinsip yang wajib diberikan untuk memberikan kesan lentur pada objek/karakter meskipun pada dasarnya objek tersebut adalah benda padat. Hal ini diberikan untuk memberikan kesan bobot atau bahkan untuk memberi efek kartun.
  

8. Staging
Penempatan bidang gambar pada frame. Pada dasarnya film adalah media yang dibatasi oleh bingkai dan bersifat dua dimensionl. Untuk itu animator juga wajib memahami teknik ini agar penonton dapat menerima pesan/gambar dengan jelas.
Penempatan karakter/bloking dan posisi kamera juga penting untuk dipelajari oleh animator.


9. Slow in, slow out
Adalah akselerasi gerak. Percepatan dan perlambatan gerak adalah sebuah kejadian yang wajar di bumi ini. Hal ini dikarenakan adanya daya dorong, gravitasi dan bobot dari sebuah benda.
Semua gerakan pada dasarnya memiliki akselerasi.

10. Exaggeration
Dramatisasi adegan. Khusus untuk animasi, animator harus memberikan ini pada setiap adegannya. Semua kejadian wajib dilebih-lebihkan, misalnya kaget, lesu, marah, bicara, dst.
  
11. Solid Drawing
Kemampuan menggambar adalah penting dimiliki oleh animator, sekalipun dia adalah animator 3 dimensi/komputer. Pengetahuan menggambar akan mampu memberikan kekuatan khusus pada saat animator membuat karya animasi. Misalnya kemampuan membaca objek yang bervolume, cahaya, bayangan dan bobot.

12. Appeal
Daya tarik karakter. Menariknya sebuah karakter dalam film animasi tidak lepas dari peran animator, karena setiap adegan yang diperagakan oleh tokoh animasi diciptakan oleh animator.
Kemampuan berakting dari seorang animator sangatlah perlu untuk menghidupkan karakter dan memberikan daya tarik serta kharisma dari karakter animasinya.


Untuk itulah seharusnya animator bisa bisa berakting, paling tidak untuk keperluan animasi yang sedang dibuatnya.

sekian dari 12 Prinsip Dasar Animasi, Cyao

Pengenalan Awal Blender (berbahasa Indonesia)

Woke, kali ini saya akan membahas tentang Pengenalan Dasar Program Blender (berbahasa Indonesia), langsung aja

hal awal yang harus kalian semua ketahui yaitu Animasi, Animasi adalah sebuah gambar (biasa,diam) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi sehingga memberikan effect bergerak dari gambar tersebut, dan si Pembuat Animasi itu disebut dengan "Animator",untuk lebih jelas tentang Animasi dan Sejarahnya Klik Sejarah Animasi dan Perkembangannya, atau untuk lebih mengenal tentang animasi dapat Klik "12 Prinsip Dasar Animasi" yang harus diketahui setiap Animator

 Blender . . . . . 

Blender

Apliaksi ini dikembangkan secara bebas atau open source dari versi yang terbaru sekarang ini adalah versi 2.7 untuk Win 64bit, dan 2.69 untuk Win 32. untuk menginstalnya dapat didownload secara gratis di www.blender.org/download/
Aplikasi ini pada dasarnya untuk membuat objek animasi 3D tetapi sebenarnya masih banyak lagi fitur-
fitur yang lainnya seperti untuk editing video dan masih banyak lagi tinggal anda explorasi saja.

Shortcut pada Belnder

A. Basic
Pengenalan Awal Blender
B. Modelling
Pengenalan Awal Blender

C. Changing Modes

 Pengenalan Awal Blender

D. Fly Mode

Pengenalan Awal Blender

E. Animation


Pengenalan Awal Blender
Shortcut pada Blender

Karna cuman Pengenalan awal jadi cuman segini, dan untuk video tutorialnya 10 Inbox to my gmail accaount I'll give it, and Check my Youtube Chanel at Hendrakid , LOL
 Cyao

Source : ahmadkasdiyudin.blogspot.com